Jumat, 07 Agustus 2009

Benih Di Balik Penciptaan Internet

8 komentar

Kekalahan Dan Kekhawtiran

Ada kalanya kekalahan dan kekhawatiran akan sesuatu tidak selamanya membawa dampak negatif. Selama di arahkan ke sisi positif, maka hasil dari kekhawatiran tersebut akan berubah positif. Suatu pelajaran berharga dapat kita petik dari kekhawatiran Amerika Serikat pada dekade tahun 1950 an, saat Uni Soviet berhasil meluncurkan Spunik ke luar atmosfir, sebuah terobosan prestasi wahana luar angkasa yang luar biasa pada saat itu. Amerika Serikat yang "kalah" cepat meluncurkan wahana luar angkasa nya pun tidak patah arang. Mereka memfokuskan diri pada teknologi komputer, dan berhasil melampaui siapapun di muka dunia sampai saat ini.

Upaya berfokus pada teknologi komputer dituangkan dengan dibentiknya sebuah badan yang disebut dengan ARPANET (Advanced Research Projecy Agency Network). Berhubung pada saat itu Amerika Serikat sedang perang dingin dengan Uni Soviet, dan selalu khawatir kalau - kalau saja pusat data komputer mereka diserang, maka ARPANET pun ditugaskan meriset system jaringan komputer yang dapat memindahkan data ke daerah lain setiap waktu. Nah..., berawal dari kekalahan dan kekhawatiran inilah internet akhirnya tercipta.


Vint Cerf Sang Bapak Internet

Dilahirkan pada tahun 1943 memang membuat talentanya tidak sia - sia. Pada tahun1970 an saat Amerika Serikat sedang gencar - gencarnya membuat gebrakan besar dibidang komputer, Vint Cerf sangat beruntung dapat banyak belajar dari pakar - pakar pendahulunya. Dengan kejeniusan Vint Cerf mampu menyerap hasil - hasil riset yang telah dilakukan sebelumnya dan melahirkan sebuah era baru yang mempengaruhi dunia sampai saat ini.

1962 J.C.R. Licklider Melontarkan sebuah visi dimana komputer dapat saling terhubungan satu dengan lainya secara global dan komputer tersebut mampu menawarkan akses terhadap program dan juga data. Di tahun ini juga RAND corporation mulai riset terhadap ide ini (jaringan komputer terdistribusi) yang ditujukan untuk tujuan militer.

1969 ARPA mengembangkan ARPANET untuk mempromosikan "Coorperative Networking of Time - sharing Computers", dengan hanya 4 buah host komputer yang dapat dihubungkan yakni Stanford Research Institute, University of California, Los Angeles, University of California, Santa Barbara, dan University of Utah.

1971 Anggota jaringan ARPANET bertambah menjadi 23 host komputer, yang terdiri dari komputer - komputer untuk riset milik pemerintah Amerika Serikat dan universitas.

1973 Jaringan ARPANET keluar Amerika Serikat pada tahun ini, anggota ARPANET bertambah dengan masuknya beberapa universitas di luar Amerika Serikat yakni University College of London dari Inggris dan Royal Radar Establishment di Norwegia. Hubungan global antara komputer yang diharapkan mulai menjadi kenyataan.

1974 Vint Cerf, yang kemudian dikenal sebagai Bapak Internet dan Bob Kahn mempublikasikan spesifikasi detail protokol Tansmision Control Protocol (TCP) dalam artikel "A Protocol for Packet Network Interconnection". Pada tahun ini juga versi komersial dari ARPANET yang disebut dengan TELENET diluncurkan sebagai layanan paket data publik pertama.

1977 Total komputer yang terhubung ke ARPANET mencapai 111 buah

1980 Komputer Pribadi (PC) mewabah dan segera menjadi gaya hidup baru para eksekutif, dan tercatat ARPANET telah memiliki anggota hingga 213 host.

1982 Istilah "Internet" pertama kali digunakan. Name server mulai dikembangkan, sehingga mengizinkan para pengguna agar dapat terhubung pada sebuah host tanpa harus mengetahui jalur pasti menuju host tersebut. Tahun ini tercatat ada lebih dari 1000 buiah host yang tergabung ke internet.

1986 Sistem nama domain pertama kali diperkenalkan, yang sekarang dikenal dengan DNS (Domain Name System) yang berfungsi untuk menyeragamkan sistem pemberian nama alamat di jaringan komputer.

1988 Penguna awal Internet di Indonesia yang memanfaatkan CIX (Inggris) dan Compuserve (AS) untuk mengakses Internet

1992 Internet mulai dirintis di Indonesia. ITB dan Telkom merupakan bagian awal dari riset Internet di Indonesia.

1994 ISP komersial pertama di Indonesia, Indonet mulai beroperasi.

1995 Warnet (Warung Internet) Indonesia pertama dibuka di Bogor.



Mesin Pencari ( Search Engine )

Dikembangkan pertama kalinya pada tahun 1993 dengan nama Wandex oleh Matthew Gray (akhirnya direkrud Google) Search Engine pada awalnya diciptakan hanya untuk mengukur perkembangan World Wide Web (www). Namun seiring dengan naluri bisnis dari para penggelut pasar dunia maya ini, search Engine akhirnya menjadi salah satu investasi paling diminati.

Pada tahun yang sama muncul Aliweb yang juga adalah Search Engine. Bedanya Aliweb masih bertahan sampai saat ini. masa - masa ini, Search Engine paling populer adalah Google, MSN Search, Yahoo dan baru - baru ini muncul sebuah Sarch Engine dengan metode baru yaitu Hutch. Hampir semua pengguna Internet mengenalnya dan bahkan mengandalkannya.

Coba anda bayangkan bagaimana rasanya surfing tanpa Search Engine....???? @@###$###@@@...


Posting By
: Rayan Dimas
Sumber : Move On! Divre 1 sumatera

Selanjutnya...

Senin, 06 April 2009

Persiapkan Khitan Atau Sunat Untuk Anak

15 komentar

//1.bp.blogspot.com/_ZVwLGN3UwwE/SdnggVDMTnI/AAAAAAAABkA/yIVYtuQdDeI/s200/circumcision//4.bp.blogspot.com/_ZVwLGN3UwwE/SdngT5ypigI/AAAAAAAABj4/cfhyX6_Ig4w/s200/sunat_dulu

Khitanan atau sunatan seringkali membingungkan orang tua yang memiliki anak laki-laki. Mulai dari menentukan kapan saat yang tepat, metode khitan atau sunat terbaik sampai dimana tempat untuk melakukan khitan atau sunat itu dilaksanakan. Ada yang ikut program khinanan massal, ada yang memilih pusat-pusat pelayanan khusus khitanan atau ada juga yang lebih suka dikhitan di rumah. Diantara sekian banyak pilihan, orang tua hanya mengharapkan satu hal : anak mendapatkan pelayanan khitan yang terbaik. Artinya orang tua ingin proses khitan itu berjalan lancar dengan rasa nyeri yang minimal, penyembuhan yang cepat dan hasil yang baik.


Manfaat Khitan atau Sunat

Bisa dikatakan bahwa manusia sangat berpengalaman dengan tindakan pembuangan sebagian atau seluruh kulup (prepusium) penis ini. Dilihat dari gambar-gambar di gua yang berasal dari zaman batu dan makam Mesir purba, khitan atau sunat diketahui telah dilakukan sejak jaman prasejarah hingga saat ini. Khitan atau sunat adalah salah satu tindakan bedah minor (bedah kecil) yang paling banyak dilakukan di seluruh dunia. Ada yang melakukannya karena alasan agama, budaya atau juga alasan kesehatan. Apapun yang melatar belakanginya, dari sudut pandang kesehatan sangat bermanfaat. Pengorbanan yang dialami oleh anak dan orang tua saat khitan sama sekali tidak sia-sia di kemudian hari. Khitan tidak hanya bermanfaat untuk individu yang melakukannya tapi juga bagi orang lain dan komunitas masyarakat secara keseluruhannya.

Walaupun tidak merekomendasikan khitan sebagai sebuah prosedur rutin yang harus dilakukan, The american Academy of Pediatrics (AAP) tetap mengakui bahwa khitan atau sunat dapat mencegah terjadinya infeksi saluran kencing pada anak-anak. Masih menurut AAP, khitan atau sunat juga dapat mencegah terjadinya kanker pada daerah kelamin pria. Bahkan pada beberapa keadaan tertentu yang berkaitan dengan penyakit dan kelainan bawaan pada alat kelamin, khitan merupakan tindakan yang sangat dianjurkan.

Khitan atau sunat pada pria, ternyata juga bisa berdampak positif pada wanita. Sebuah penelitian dalam New England Journal of Medicine mengemukakan bahwa wanita yang pasangan seksualnya telah dikhitan atau sunat memiliki resiko yang lebih renda untuk mengalami kanker Cervix. Dr. Xavier Castellsague yang memimpin penelitian itu telah memperhatikan data-data dari tujuh penelitian yang dilakukan lima negara di berbagai belahan dunia. Ternyata 20% pria yang tidak di khitan atau sunat di ketahui "membawa" Human Papillomavirus (HPV), sedangkan pada pria yang dikhitan atau sunat hanya berkisar 6% saja. Virus tersebut diperkiraka bertanggung jawab terhadap 99% kasus kanker cervix. Para peneliti juga memperkirakan resiko wanita untuk mengalami kanker cervix menurun hingga 58% jika partner seksualnya dikhitan atau sunat.

Bagamana Cara Khitan atau Sunat Yang Terbaik

Pertanyaan ini seringkali orang tua sederhanakan menjadi pilihan metode yang banyak ditawarkan saat ini. Apakah dengan metode Kauter atau Laser lebih baik daripada metode konvensional ?. Jawabannya tidak sederhana pertanyaannya. Untuk mendapatkan proses dan hasil khitan yang terbaik sesuai dengan harapan orang tua dan anak tdak hanya bergantung pada metode yang dipilih. Tetapi sangat tergantung dari kesiapan anak, orang tua dan tentu saja operator (tenaga medis yang mengkhitan). Anak yang fisiknya dan psikisnya tidak siap, berpotensi menghambat kelancaran proses khitan atau sunat dan proses penyembuhannya.

Seringkali anak meronta-ronta berusaha menggagalkan khitanan itu dengan tindakan fisik semampu yang ia bisa. Tapi jangan sekali-kali menyalahkan anak, baik dengan perkataan ataupun dengan hukuman fisik. Melihat anaknya tak mau diam, seringkali orang tua tersulut emosinya. Anak dibentak, diancam dan bahkan kadang-kadang ada yang sampai "dihadiahi" cubitan. Hasil dari semua bentuk intimidasi itu bisa diduga, anak justru memberontak lebih hebat lagi. akibatnya khitanan atau sunatan berlangsung semakin lama dan semakin sulit. Perlu diingat bahwa ketidaksiapan anak sebagian besar diakibatkan oleh ketidaksiapan orang tua. Pemberontakan itu tentu tidak akan muncul jika sejak jauh-jauh hari orang tua telah melakukan pendekatan yang tepat pada anak.

Jangan bohongi anak. katakan sejujurnya dengan cara sehalus mungkin bahwa akan timbul sedikit rasa nyeri saat penyuntikan obat anestesi (kebal) dilakukan. Berikan pula motivasi agar anak punya tekad dan keberanian untuk dikhitan atau sunat. Ajarkan anak untuk mengalihkan rasa takut selama khitanan berlangsung. Ada yang melakukannya dengan mengaji, berdoa atau bercerita tentang hal-hal yang menyenangkan pada orang tua yang mendampinginya. Cara-cara seperti itu seringkali terbukti ampuh untuk menenagkan anak. Kalaupun anak masih menagis biarkan saja dan tidak perlu memaksanya untuk diam. Sepanjang tidak meronta, tangisan anak pada umumnya tidak menghambat kelancaran khitan. Dampingi dan besarkan hatinya dan jagalah agar anak tidak gelisah.

Sambil menyiapkan kondisi psikis anak siapkan pula kondisi fisiknya. Jaga kesehatan anak sebelum adan sesudah di khitan atau sunat agar proses penyembuhan bisa berlansung lancar. Selain itu, sebelum pelaksanaan khitan ada baiknya dilakukan wawancara oleh tenaga medis untuk menggali ada tidaknya kondisi-kondisi tertentu yang memerlukan penanganan dokter spesialis. Misalnya, ada gangguan pembekuan darah (Hemofilia) atau kelainan anatomi penis seperti kelainan saluran keluar (Hipospadia). Operator pun selayaknya mengupayakan agar khitanan yang dilakukan sesuai dengan prosedur yang benar, termasuk memenuhi syarat sterilitas alat atau tindakan. Dengan memperakkan prosedur tindakan dan sterilitas yang benar, apaun metode khinatan yang digunakan oleh operator sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan oleh orang tua. Perdedaan dari metode konvensional dengan metode kauter atau laser hanya terletak pada alat yang digunakan untuk memotong kulup penis.

Dengan kauter atau laser memang sangat minim pendarahan. Kelebihan ini membuat kauter atau laser lebih disukai oleh operator dan pasien. Namun bukan berarti dengan metode konvensional pendarahan yang terjadi tidak dapat ditanggulangi. Pendarahan dapat dikendalikan sepenuhnya dengan mengikat pembuluh darah yang terpotong. Jadi tidak ada metode yang secara absolut bisa dikatakan lebih baik daripada metode lainnya. Pilihan yang dibuat benar-benar berdasarkan pertimbangan individual semata.

Perawatan Pasca Khitan Atau Sunat


Hari pertama setelah anak khitan anak sebaiknya beristirahat, selanjutnya boleh bergerak seperti biasa. Jagalah luka khitan agar tidak basah oleh air hingga luka tersebut kering dan balutan dilepaskan. Pembalut diganti setiap tiga hari dan biasanya bertepatan dengan waktu kontrol yang ditetapkan oleh operator. Selain perawatan luka, pasien juga dibekali dengan beberapa obat yang harus diminum. Ada antibiotik, penghilang rasa nyeri, obat anti peradangan dan vitamin. Pada keadaan tertentu tidak tertutup kemungkinan diberi obat lainnya.

Pasien tak harus mengenakan sarung, yang penting celana yang digunakan cukup longgar dan tidak menekan penis. Masalah makanan pun tak perlu ada pantangan, jika memungkinkan pasien dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang kaya protein untuk mempercepat penyembuhan. Dengan perawatan yang benar, luka khitan atau sunat dapat sembuh sempurna dalam waktu sekitar 10-14 hari.

Jika setelah khitan terjadi pendarahan yang tak kunjung berhenti segeralah hubungi operator yang mengkhitan untuk mendapatkan pemeriksaan dan tindakan yang diperlukan. Selain pendarahan, pasca khitan memang terkadang muncul pula beberapa komplikasi berupa rasa nyeri, bengkak dan mungkin juga infeksi. karena itu orang tua harus memperhatikan dengan seksama pengarahan yang disampaikan pasca khitan dan menepati jadwal kontrol yang telah di tetapkan. ***(dr. andi. w)

Post To Blog : Abdi R

Selanjutnya...

Sabtu, 28 Maret 2009

Game Kekerasan Jadikan Anak Makin agresif

6 komentar

//4.bp.blogspot.com/_ZVwLGN3UwwE/Sc3XA_mV76I/AAAAAAAABjg/6dyAEfyoO3s/s200/game1//4.bp.blogspot.com/_ZVwLGN3UwwE/Sc3VLBPwRFI/AAAAAAAABjY/rM9fXj5GlEA/s200/game


Perlu untuk menjauhkan anak-anak dari peremainan komputer yang berhubungan dengan kekerasan. Demikian dikatakan 3 ahli ilmu jiwa Austria berdasarkan temuan diakhir penelitian mereka. Menurut laporan yang disiarkan media Austria, dalam penelitian palingakhir mereka dengan judul Kekerasan dan Pencegahan Kerasan 3 ilmuwan dari Departemen Psikologi di University of Vienna Austria itu menyarankan sikap tanpa toleransi mesti ditrapkan dalam menagani anak yang suka bermain game kekerasan di komputer. Anak harus dijauhkan dari permainan kekerasan tersebut karena semua itu tidak baik dan hanya menimbulkan kerugian

Hasil peneelitian tersebut membuktikan bahwa anak yang sering kali memainkan games yang berhubungan dengan kekerasan di komputer, cenderung menjadi lebih agresif dibandingkan dengan anak yang hanya bermain game tidak berisi kekerasan. Para ilmuwan tersebut menjelaskan juga bahwa permainan game yang berisikan kekerasan bukan hanya cenderung ditiru tetapi lingkungan permainan itu juga mudah membawa seorang anak pada mental reaktif atau imaginer agresif.

Anak-anak yang suka memainkan game berhubgungan dengan kekerasan di komputer akan memperlihatkan sifat agresif ketika terganggu atau tidak puas. Oleh karena itu para ilmuwan tersebut menyarankan kepada orang tua dan guru untuk mejauhakan anak-anak dari permainan game di komputer yang berhubungan denga kekerasan

Selanjutnya...
 
SATRIA HARAPAN - Template By Blogger Clicks